Doa Bersama Kelas XII: Ikhtiar Spiritual Jelang Ujian

GRESIK – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman SMK Hidayatul Ummah (SMKHU) pada Kamis pagi (15/01). Ratusan siswa kelas XII bersama orang tua, dewan guru, dan pengurus BPPPMNU Hidayatul Ummah berkumpul dalam agenda Doa Bersama. Kegiatan ini digelar sebagai penguatan spiritual bagi siswa dalam menghadapi serangkaian ujian akhir yang akan segera berlangsung.

Acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB, diawali dengan pembacaan Istighosah. Momen paling menyentuh terjadi saat sesi permohonan restu, di mana para siswa bersimpuh di hadapan orang tua masing-masing. Isak tangis haru pecah saat doa dipanjatkan, menciptakan atmosfer ketenangan dan harapan agar langkah para siswa diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Pesan Disiplin dan Peluang Karir Internasional

Kepala SMK Hidayatul Ummah, Yulistiana, S.Kom., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa ujian bukan sekadar angka, melainkan ujian kedisiplinan. Beliau mengingatkan bahwa lulusan SMK memiliki dua jalur utama: dunia kerja atau melanjutkan studi.

“Disiplin adalah kunci utama, terutama menghadapi ujian ini. Kami juga mendorong siswa agar segera mengambil ijazah setelah lulus untuk keperluan melamar kerja. Selain itu, ada peluang emas berupa beasiswa senilai 15 juta rupiah bagi siswa yang berminat mengikuti pelatihan kerja ke Jepang,” ungkap Yulistiana.

Beliau juga secara khusus memohon doa restu dari seluruh hadirin untuk kesuksesan siswa SMK Hidayatul Ummah yang akan berlaga dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jawa Timur di Blitar pada 16–18 Januari mendatang.

Melengkapi motivasi siswa, Dr. Moh. Syafi’am, M.H. memberikan sosialisasi mengenai masa depan pendidikan tinggi. Beliau memaparkan kemudahan akses kuliah melalui kerja sama strategis antara sekolah dengan kampus ternama.

“Siswa tidak perlu bingung mencari kampus setelah lulus. Kalian bisa langsung mendaftar ke kampus yang telah menjalin kerja sama dengan SMK, seperti UNWAHA dan STKIP Al Hikmah Surabaya,” jelas Dr. Syafi’am.

Sesi pengarahan teknis kemudian dilanjutkan oleh Waka Kurikulum, Hikmatul Maulidiyah, S.Pd., yang memaparkan detail pelaksanaan ujian akhir agar para siswa benar-benar siap secara administratif maupun materi pelajaran.

Acara ditutup dengan penuh ketenangan melalui doa bersama. Sebagai simbol penghormatan dan permohonan restu ilmu, seluruh siswa kelas XII melakukan tradisi mushofahah atau bersalam-salaman dengan Bapak dan Ibu guru.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa prestasi yang gemilang harus dibarengi dengan adab dan restu orang tua. Dengan bekal spiritual yang kuat, SMK Hidayatul Ummah optimis putra-putri didiknya mampu melewati ujian dengan hasil terbaik dan siap menyongsong masa depan, baik di kancah nasional maupun internasional.

Bagikan:

Related Post